Kamis, 18 Maret 2010

Laporan DataBase Job3

I. TUJUAN
Setelah melakukan praktikum ini, siswa diharapkan mampu:
1. Dapat mengetahui system aplikasi Microsoft Access 2007.
2. Dapat menggunakan system aplikasi Microsoft Access 2007.
3. Dapat mengetahui fungsi dari system aplikasi Microsoft Acess 2007.
4. Dapat membuat Data Base dengan menggunakan system aplikasi Microsoft Access 2007.

II. LANGKAH KERJA
1. Siapakan system aplikasi Microsoft Access 2007.

2. Buka system aplikasi berikut dengan mencari programnya di dalam computer anda, dengan langkah sebagai berikut:
Klik start – all programs – Microsoft office – Microsoft office access 2007.

3. Pilih Featuring pada template categories.

4. Lalu pilih blank Database pada tampilan sebelahny








5. Lalu isikan nama file.



6. Pilih tempat penyimpanan dengan megklik pada gambar sebelah kanan nama file, maka akan memuncuklan tampilan berikut.



7. Setelah semua terisi, lalu pilih create, maka akan muncul tampilan berikut:




8. Lalu klik pada gambar penggaris pada pojok kori atas, dan isikan nama tabelnya.











9. Setelah itu pilih ok. Maka tampilan akan seperti berikut.



10. Isikan File nama, Data Type, dan Description.
File nama : untuk judul kolom misalnya kode buku, judul buku, penerbit buku, dll.
Data Type : diisi sesuai nama file, misal: file dengan nama judul buku data typenya adalah text, atau yang lain kita tinggal memilihnya dengan mengklik tanda centangnya maka akan muncul beberapa pilihan.
Description : diisi dengan keterangan pada nama file. Terkadang penulisan nama file sering disingkat, maka description adalah deskripsi dari file nama.




11. Setelah semuanya teriisi sesuai yang anda inginkan lalu klik pada gambar table dengan tulisan view, klik ok maka akan muncul seperti dibawah ini:



12. Lalu isikan kolom – kolom sesuai dengan judul kolom.

13. Setelah terisikan semuanua berarti database telah selesai dibuat.



III. HASIL PRAKTIKUM

a. Langkah awal, membuat table dengan langkah seperti yang telah dijelaskan dalam langkah diatas, sehingga jadilah seperti ini:

Pada penerbit buku, kota terbit, dan jenis buku akan saya buat otomatis ada pilihannya, maka caranya adalah sebagai berikut:
A. Penerbit buku.
1. Pada data type pilih lookup wizard.


2. Setelah itu, maka akan muncul sebagai berikut, pilih I will type the values I want. Setelah itu pilih next.














Isikan sesuai yang anda inginkan, misalnya pilihan tersebut berisi tentang penerbit buku seperti yang saya buat sekarang ini, tampilannya sebagai berikut, setelah selesai mengisikan klik next.

setelah proses diatas, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Setelah itu klik saja next tanpa memilih allow multiple values. Maka sudah jadi dan hasilnya dapat dilihat setelah kita memilih view (di pojok kiri atas).


Gambar diatas adalah tampilan setelah menjalankan proses sebelumnya yaitu memilih view (di pojok kiri atas).

B. Kota Terbit
1. Pada data type pilih lookup wizard.

2. Setelah itu, maka akan muncul sebagai berikut, pilih I will type the values I want. Setelah itu pilih next.












Isikan sesuai yang anda inginkan, misalnya pilihan tersebut berisi tentang kota terbit seperti yang saya buat sekarang ini, tampilannya sebagai berikut, setelah selesai mengisikan klik next.

setelah proses diatas, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Setelah itu klik saja next tanpa memilih allow multiple values. Maka sudah jadi dan hasilnya dapat dilihat setelah kita memilih view (di pojok kiri atas).

Gambar diatas adalah tampilan setelah menjalankan proses sebelumnya yaitu memilih view (di pojok kiri atas).

C. Jenis Buku
1. Pada data type pilih lookup wizard.


2. Setelah itu, maka akan muncul sebagai berikut, pilih I will type the values I want. Setelah itu pilih next.










Isikan sesuai yang anda inginkan, misalnya pilihan tersebut berisi tentang jenis buku seperti yang saya buat sekarang ini, tampilannya sebagai berikut, setelah selesai mengisikan klik next.

setelah proses diatas, maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Setelah itu klik saja next tanpa memilih allow multiple values. Maka sudah jadi dan hasilnya dapat dilihat setelah kita memilih view (di pojok kiri atas).

Gambar diatas adalah tampilan setelah menjalankan proses sebelumnya yaitu memilih view (di pojok kiri atas).

b. Setelah proses diatas, maka sekarang kita mengisikan kolom – kolomnya.


c. Gambar dibawah ini adalah hasil dari langkah diatas.

d. Cara mendelete/mengurangi kolom:

1. Blok kolom yang akan di hilangkan.

2. Lalu klik kanan – delete coloumn.






3. Maka hasilmya akan menjadi seperti berikut:


Kolom ID menjadi tidak ada karena sudah di delete.

e. Cara menambahkan column:

1. Blok kolom ( pilihlah sesuai keinginan)













2. Klik kanan-insert column

















3. Maka tampilan akan menjadi seperti dibawah ini:

Akan ada tambahan kolom yaitu Field1.



IV. KESIMPULAN
Membuat database dengan menggunakan Microsoft Office Access 2007 ternyata langkah – langkahnya lebih mudah dibandinkan dengan menggunakan Power Desainer. Selain lebih mudah, tampilannyapun lebih rinci dan tidak membingungkan si-pembaca.

Praktikan




Arifa Rizqi Nur Utami
TI.0912275

Jumat, 05 Maret 2010

6 Maret 2010

3 Febuari 2010 Jadian.
smpek sekarang aku sayang ma kamu.........
Tp ngapa kamu jadi kayak gini ma aku??
5fkan kalau selama ini aq punya salah ma kamu......
jujur,aku sayang ma kamu...
Aku gak mau kehilangan kamu....
aku ingin selalu bersamamu.......

Selasa, 15 Desember 2009

Apa yg kamu ketahui?????

 Local Area Network
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.
Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.
 DVB
Pada saat ini dapat dikatakan bahwa seluruh mata rantai broadcasting mulai dari proses produksi hingga ke distribusi televisi telah dilakukan secara digital, namun mata rantai terakhir proses transmisi ke end-user umumnya masih dilakukan secara analog. DVB (Digital Video Broadcast) adalah salah satu sistem yang digunakan untuk mentransmisikan siaran TV digital hingga ke end-user.
Upaya pengembangan DVB sebagai standard global untuk penyiaran televisi digital baik melalui satelit maupun terestrial berawal dari pembentukan DVB Project pada tahun 1993. DVB Project beranggotakan sekitar 250 institusi yang berasal dari 30-an negara dan terdiri dari broadcaster, manufaktur, network operator, badan regulasi dan institusi akademik. Project DVB tidak menjalankan fungsi sebagai regulator melainkan bekerja berdasarkan aspek bisnis dan komersial. Dalam perkembangan selanjutnya Project DVB telah berhasil mengembangkan serangkaian spesifikasi DVB yang tidak terbatas pada video broadcasting namun juga telah merambah hingga ke aplikasi dan layanan multimedia.
Pengembangan DVB
Hasil yang telah dicapai DVB Project berupa berbagai dokumen komprehensif baik yang bersifat teknis maupun non-teknis, menggambarkan solusi yang diperlukan oleh para pemain di pasar untuk mendayagunakan teknologi digital dalam bidang broadcasting. Sejak diterimanya DAVIC (Digital Audio-Visual Council) sebagai badan pusat koordinasi untuk aspek-aspek konvergensi media digital, DVB telah bekerja sama dalam hal menentukan solusi teknis dan operasional dalam pengembangan berbagai media transmisi multimedia. Banyak diantara sistem DVB yang diterima sebagai standard DAVIC. Apa yang dilakukan oleh DVB dan DAVIC telah meluas dari hanya sekedar aspek broadcasting menuju ke arah pengembangan end-to-end interoperability.
Sistem DVB dengan MPEG-2 sebagai inti skema koding video, audio dan data dapat digunakan untuk mengemas semua macam format yang digunakan untuk keperluan multimedia baik berupa teks, citra, grafik, dan berbagai tipe citra bergerak memungkinkan ekstensi multimedia ditambahkan pada saat kemunculannya, namun yang patut diperhatikan adalah bahwa kunci pokok dari DVB adalah 'broadcasting", sehingga fokus dari pengembangan DVB adalah untuk pasar broadcasting komersial. Sistem DVB tergolong teknologi baru bagi vendor, broadcaster maupun network providers. Salah satu kekuatan dari teknologi DVB terletak pada kenyataan bahwa DVB memungkinkan transmisi sejumlah desar data pada kecepatan tinggi secara point-to-multipoint dengan cara yang aman dari kemungkinan kesalahan transmisi. Untuk memungkinkan transmisi data yang dimaksud termasuk kemungkinan pengulangan transmisi data yang sama pada interval waktu yang tetap atau tak tetap maka DVB telah mengembangkan spesifikasi untuk data broadcasting.
Walaupun DVB project telah mencapai tahap kematangannya namun berbagai aktivitas pengembangan terus berlanjut diantaranya, pengembangan solusi DVB untuk membroadcast High Definition TeleVision (HDTV), Spesifikasi untuk Digital Satellite News Gathering (D-SNG), Spesifikasi untuk interface yang akan menghubungkan dunia sinyal DVB dengan jaringan PDH, ATM dan SDH yang dikelola oleh para operator jaringan telekomunikasi.
 Jaringan lokal nirkabel
Jaringan lokal nirkabel atau WLAN adalah suatu jaringan area lokal nirkabel yang menggunakan gelombang radio sebagai media tranmisinya: link terakhir yang digunakan adalah nirkabel, untuk memberi sebuah koneksi jaringan ke seluruh pengguna dalam area sekitar. Area dapat berjarak dari ruangan tunggal ke seluruh kampus. Tulang punggung jaringan biasanya menggunakan kable, dengan satu atau lebih titik akses jaringan menyambungkan pengguna nirkabel ke jaringan berkabel.
LAN nirkabel adalah suatu jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antara perangkat komputer dan akhirnya titik akses yang merupakan dasar dari transiver radio dua arah yang tipikalnya bekerja di bandwith 2,4 GHz (802.11b, 802.11g) atau 5 GHz (802.11a). Kebanyakan peralatan mempunyai kualifikasi Wi-Fi, IEEE 802.11b atau akomodasi IEEE 802.11g dan menawarkan beberapa level keamanan seperti WEP dan atau WPA.
Kekurangan
Masalah kurangnya keamanan dari hubungan nirkabel telah menjadi topik perdebatan. Sistem keamanan yang digunakan oleh WLAN awalnya adalah WEP, tetapi protokol ini hanya menyediakan keamanan yang minimum dikarenakan kekurangannya yang serius. Pilihan lainnya adalah WPA, SSL, SSH, dan enkripsi piranti lunak lainnya.
Keamanan
Pada jaringan kabel, satu dapat sering, pada beberapa derajat, akses tutup ke jaringan secara fisik. Jarak geografi dari jaringan nirkabel akan secara signifikan lebih besar lebih sering daripada kantor atau rumah yang dilingkupi; tetangga atau pelanggar arbritrary mungkin akan dapat mencium seluruh lalu lintas dan and mendapat akses non-otoritas sumber jaringan internal sebagaimana internet, secara mungkin mengirim spam or melakukan kegiatan illegal menggunakan IP address pemilik, jika keamanan tidak dibuat secara serius.
Beberapa advocate akan melihat seluruh titik akses tersedia secara terbuka available untuk umum, dengan dasar bahwa semua orang akan mendapat manfaat dari mendapat ketika berlalu lintas online.
 Wi-Fi
Wi-Fi merupakan kependekan dari Wireless Fidelity, yang memiliki pengertian yaitu sekumpulan standar yang digunakan untuk Jaringan Lokal Nirkabel (Wireless Local Area Networks - WLAN) yang didasari pada spesifikasi IEEE 802.11. Standar terbaru dari spesifikasi 802.11a atau b, seperti 802.16 g, saat ini sedang dalam penyusunan, spesifikasi terbaru tersebut menawarkan banyak peningkatan mulai dari luas cakupan yang lebih jauh hingga kecepatan transfernya.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk penggunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.